Hari ini Mesir Demo?

April 6th, 2008 by missane

Hari ini Mesir Demo?

   

   

         

 

Aku
masih di nasr city tapi tadi sebelom brangkat, tahrir square rameeeee
banged polisi! ada segerombolan orang yg kayaknya siap demo juga! Tapi
aku keburu ke Nasr city, jadi ndak tau kabar selanjutnya,,,pokoknya
sereeeem banged! Tegang! polisi item2 ber truk2! katanya mesir lagi
kayak indo th. ‘98.

oya,ini adalah kali kedua aku keluar setelah
sakit.dari kemaren aku ndak brani kluar, coz kluar tgl 1 itu, pas udah
dirumah batuk smalaman.pokoknya cuaca gak bersahabat banged:(

besok
aku performance lagi, jadi hari ini latian,,,mendadak banged
yak..gimana lagi.aslinya aku gak brani janji sama Tobroni, ketuanya
itu,,,tapi dihubungin terus,jadi ndak enak..lagipun aku pengen juga
join di rumah budaya ini, di acara pembukaan nya..

wish me luck
ya,,,rencana aku mau ngiringin lagu syukur, ada koor gt,,trus sama
penampilan medley lagu daerah,baru rencana siy,,coz mpe sore ini lum
persiapannnn! wattaaaaaaw!

Bagian terpenting itu,,,

March 19th, 2008 by missane

Bagian terpenting itu,,,

Aku rasa ini bukan yang pertama kalinya aku melakukannya. Aku juga udah gak asing dengan orang-orang yang sedang bermain denganku itu.

Kali ini aku bermain dengan kelompok musik Gamelan Jawa Barat. Performance ini diselenggarakan di Nadi Wafidin atau Foreign Student Club di Egypt. Malam itu memang malam kami untuk mempersembahkan budaya Indonesia. Kami menampilkan Gamelan, Tari Saman, Tari Selampit Delapan, Tari Mojang Pariangan oleh adek2 SIC dan masih banyak lagi berupa Tari2 yang laen juga acapela dan nasyid.

Dari Gamelan, kami memainkan lagu Hariring Kuring, yang kedua Lagu sunda yang tidak aku kenal:D, dan terakhir lagu Cake - Perhaps dalam bahasa latin. Karena keterbatasan waktu aku tinggal di asrama, aku hanya berlatih untuk satu lagu saja Hariring Kuring.

Hanya dengan beberapa kali latihan dan dengan kurang kesiapan akuw *as usually. Saat penampilan, aku bergelut dengan tempo yg memang agak cepat. Plus demam panggung, dan akhirnya,,,bagian terpenting dalam reff ituw, aku kewalahan!

Tapi bagaimanapun audience tetep memberi applause yang membesarkan hati kami terutama akuw..akuw hanya ingin mengucapkan..

"Thanks for coming and sori if i was missing that important thing!"

Syukurlah aku menguasai bagian2 yang lain,,juga lagu dadakan Mojang Pariangan yang belum pernah kami masukkan dalam agenda latian. Tapi untungnya aku begitu familiar banget sama lagu itu coz pernah dinyanyikan Tike and Tora dalam Sinden Gossip Extravaganza!, hoho…

Satu lagi kritikan yang meluncur ke arahku; "Kenapa gitu stiap mbak San maen biola nggak ngartis banged! Muka serius!" Hohohoho….–>Namanya juga masih amateur! i’m not an actor and i’m not a star!

Kasihku Menikah Hari Ini

October 29th, 2007 by missane

Kasihku Menikah Hari Ini
MisSane

Aku hanyalah seorang pangeran tanpa kerajaan
Mengembara menyibak semak hutan
Berlayar membelah lautan
Demi satu tujuan

Aku tak kuasa membuatmu menunggu
Berharap penuh atas kedatanganku yang tak tentu
Tapi percayalah yang sedih tak hanya kamu
Karena akupun begitu

Maaf karena aku tak bisa perlakukanmu layaknya seorang

putri
Buang jauh pikiranmu bahwa aku ingkar janji
Meski kucoba berlapang dada, namun berat juga di hati
Kurelakan kau menikah hari ini

Terapi Hati

October 27th, 2007 by missane

Terapi Hati
MisSane

Segala tentangmu bergelayut di kepala
dan susah payah aku berjingkat darinya
Kuikuti waktu yang tak juga menenggelamkan lupa
Bahkan pada mimpipun kau selalu bertakhta

Aku lari pada lingkaran
berputar-putar bersamaan dengan angan-angan
Karena tidak adamu juga beban
tergantikan oleh dugaan-dugaan

Aku lelah tapi bukan berarti menyerah
Kugantungkan pada Tuhan dan berpasrah
Anggap saja ini sebuah kisah
Agar hilang segala resah

Kosongkan pikiran isi hati dengan pujapuji
Sebut nama Dia sang pemilik bulan dan Matahari
Karena Dia pula Maha Pembolakbalikkan hati
Ikhlaskan segala yang datang dan yang pergi

27 September 2007

Datang dan Pergi

October 27th, 2007 by missane

Datang dan Pergi
MisSane

Hal penting datang tiba-tiba
Sesuatu yang tak sempat terduga
Tapi tak kudengar di telinga
Tak juga kulihat dengan mata

Satu datang, satu pergi
Sesiapapun tak juga mengabari
Seolah satu persatu tak mengenaliku lagi
Asing dan berasa sendiri

Ingin mengumpat pada siapa
Karena kuyakin semua tiada guna
Seketika kuterdiam tanpa bahasa
Mengumpulkan detik, mendatangkan lupa

Aku membisu beberapa waktu
dan marahkupun berlalu.

27 September 2007

Hikmah ‘kehilangan’

October 21st, 2007 by missane

Hari ini sangat melelahkan. Jasmani dan rohani. Sesuatu yang telah hilang dan berusaha aku lupakan sedang menggoda hatiku. Tiba2 sedih dan perasaan tidak adil kembali hadir dipicu oleh hal2 yg sangat tidak beralasan. Kekosongan komunikasi yang memperjelas kesalahpahaman. Sebagainya dan sebagainya.

Kehilangan sesuatu baik barang ataupun orang memang sangat menyedihkan. Akupun kerap mengalaminya. Sesegera mungkin aku berusaha keras mengikhlaskannya. Tidak mudah memang, tapi iman menyadarkan hatiku bahwasanya segala sesuatu akan kembali padaNya. Apapun yang kita punyai di alam fana ini hanyalah sekedar titipan, bukan 100% milik kita.

Berawal dari cerita Batul -teman sekelasku dari Turki- pada kami tentang HP dan uangnya yang hilang hari kemaren. Hilangnya di masjid, saat itu Batul sedang sholat dan tas berada di belakang. Usai sholat, barulah Batul mengetahui bahwa HP dan uangnya sudah tidak ada di tas lagi. Lalu ustadzah mulai memberikan wejangan…

Segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang kekal. Termasuk HP dan Uang Batul. Sedih memang, dan sangat sedih. Tapi bila kita mengingat hari Perhitungan kelak, kita seharusnya bersyukur. Boleh jadi barang ataupun orang yang kita cintai serta sempat kita miliki dan hilang akan menjadi tabungan kita kelak. Amalan dan apapun yang kita kerjakan kelak akan diperhitungkan. Boleh jadi orang ataupun barang itu menjadi penambah timbangan pahala atau pengurang timbangan kejelekan/dosa kita.

Disela-sela keheningan, ustadzah memberi contoh dan melucu. Misal saja kita melahirkan bayi, lalu mati. Kita akan terpukul dan terlarut dalam kesedihan. Namun saat hari Perhitungan datang, tanpa diduga ternyata kita mempunyai tabungan bayi yang telah kita lahirkan dan mati itu ternyata menambah timbangan pahala kita. Saat itu penyesalan tidak karena kita kehilangan, tapi kenapa kita tidak membuat anak banyak-banyak dan mati. Seketika kami semua tergelak. Ah,,,Ustadzah,,,dan Batulpun terhibur, tidak sedih lagi;) Akupun demikian!

Talking about the Kids

October 20th, 2007 by missane

MisSane

children always attrack me. that’s why i want to talk about the children surround me..

**Princess and Spiderman
they are Diah and Bagas. Ning Hariyadi’s children. Diah is very lovely, she has a curly hair and sweetest smile. Lovable and act like princess does, in dressing and every doing. Sometmes She used tissue to play handkerchief’s princess and acting like she’s in a palace. She’s so cute and always hugs me whenever i came. She loves to sit in my lap if we are in car. She has a different way to speak and slowly i speak like she does, haha..

Bagas is most fan of Spiderman. He beguiled and asking his parent to buy him a tribute to Spiderman, his costume, mask, and everything bout Spiderman! Mr. Hariyadi is good in drawing, He drew Spiderman for Bagas. Because he’s about 2-3 year old, he is not good in spelling a words and pronounce them. it sounds funny! Always takes us in joining him to play. Owh,,,Bagas;)

**Mas Rafieq and Dek Hifni

They are Mr. Kholid’s. Two sweet boys that always depend on their mom in early age. But slowly they grow so gentle. Mas Rafieq is photogenic. He gives a cute smile when we took a picture. He is very good in javanesse language -kromo inggil- it was not easy to talk with him at the beginning, because i’m not good in javanesse language even i was born there. But by the time i enjoy to have a conversation with him in our language:) Mas Rofieq is an active boy now. He’d attended to play group the last few months.

Talking about Dek Hefnee has the same story with Mas Rofieq. But he is more quite calm and always being beside his mom. 

**Dzuka Utruja and Ardour
Two lucky boys are Mr. Ghilman el Wasath’s. They have a briliant dad and smart mom. In early age, they were studying at home with their parent. Now the older one, Dzuka. He’s been studying at school in Makram Abied. They are good boys and i’ve been longing them because i’ve never visited them for a long long time! and i promise to go there as soon as possible.

**Aisha
We called her Eta, Mr. Badri’s. Eta is sweety little girl. Her Mom is pretty young lady, yup, younger than me! Her house is near by our house in 3rd gate, 10th district, Nasr city. She’s cute and lovable. She dresses lovely clothes suit on her exactly. Eta is learning to walk now and eager to run quickly!
**Lula and Ayu

Mrs. Zulfa has two daughters, Lula the eldest and Ayu, her sister. Lula is good little girl. She likes going to school and reporting to her mom about the school at home. She is talkactive and smart, helps her mom and loves her sister, Ayu.

Ayu is calm. i don’t know her very well. but i like to see her in lovely veil;)

**Sarah

Sarah is the daughter of Mrs. Jaja Siroj. Sarah has an attractive way to use her veil. the pretty little girl is Sarah. i can’t tell her so far because i met her just in time.

**Charlie’s Angel

They are Halah, Nada, Syifa. Mrs. Tuti Buchori’s daughters. They are so sweet and lovable. Halah is the eldest, she is calm, little bit serious and good sister to other. About Nada. Wow…she’s very very talkactive and pretty good in cooking. She fried eggs for her sisters. Nada love to speak in arabic and she spells it clearly!

Syifa is the youngest daughter, but not the least. Coz, they have the very youngest brother, Hasanain. Syifa is as calm as Halah. once we met after the period of time we haven’t met, she lays her head in my shoulder and smiley. owh so cute!

each of them have an ID ym themselves. They love to change their avatar and lately i follow them to use the fun avatar. Now, they’re bizi in learning blog. and u can find them here. Good luck girls!

**The Beloved earliest ones

The kids i mean are The twin-Sheril&Sherol-, Hazim, Fedo, Adam and Rayhana. They left Egypt followed their parents and living in Indonesia. They are nicest ones and always in memory! Miss you all!

Serba-Serbi Ramadhan di Mesir; Vanus Masry!

September 21st, 2007 by missane

Vanus Masry!(edited)
MisSane

Lampion Vanus merupakan salah satu serba-serbi pada bulan Ramadhan di Mesir. Entah dari mana asalnya, tapi menurut nara sumber salah satu pengajar di sekolah bahasa saya memberitahukan bahwa Lampion Vanus sudah ada sejak zaman Dinasti Fatimiyah. Konon saat pemerintahan salah satu Sultan, beliau berkeinginan menciptakan tradisi yang membuat semarak suasana bulan Ramadhan dan dipilihnya Lampion Vanus menjadi trend kala itu.

Jika kita keluar rumah pada bulan Ramadhan di Mesir, mata kita akan dipenuhi dengan pemandangan berbagai macam, bentuk dan warnawarni Lampion Mesir. Bahkan di setiap rumah, sepertinya kurang afdol jika mereka tidak memasang Lampion Vanus. Pengalaman saya saat tahun pertama datang di Mesir, saya dan teman-teman satu flat diwajibkan membayar iuran dalam rangka pengadaan Lampion Vanus di setiap apartment. Merupakan bukti partisipasi kita untuk melestarikan budaya Mesir, menyemarakkan Ramadhan.

Lampu Vanus selain menghiasi rumah-rumah penduduk juga menjadi pilihan penting bagi berbagai perusahaan dalam memanfaatkan momen bulan puasa. Beberapa label perusahaan mengemas produk mereka dengan baju Lampion Ramadhan ini. Begitu juga hotel-hotel dan restaurant.

Saat ini, mungkin jika kita berjalan-jalan di pinggiran kota Kairo, kita masih banyak melihat pemandangan sekumpulan bocah kecil beramai-ramai menyanyikan lagu-lagu Ramadhan sambil berputar-putar membentuk lingkaran dan di tangan mereka masing-masing membawa Lampion Vanus. Setelah itu mereka akan berkeliling ke rumah-rumah keluarga dekat untuk meminta receh atau permen, coklat dan segala macam jajanan manis.

Seiring dengan maraknya produksi China yang merambah ke seluruh dunia, termasuk juga pada pangsa pasar Negara Mesir. Vanus Masry juga tak luput dari bidikan produk alternatif buatan China. Kini, di Mesir telah banyak di penuhi Lampion produksi China yang dirancang sesuai tema Lampion Ramadhan. Bahkan ada juga yang persis menyamai Lampion China. Bedanya, pada pembubuhan kata-kata ucapan  yang ditulis dalam bahasa Arab.

Disamping itu pada bulan Ramadhan di Mesir ada juga trend meledakkan petasan! Tidak tanggung-tanggung, dari anak kecil sampai orang dewasa. Semua sangat terbiasa pada petasan sebagai permainan. Jangan kaget jika terlintas ledakan petasan di hadapan anda saat melewati segerobolan bocah kecil yang bermain petasan. Mereka memang sengaja mengagetkan kita sebagai salam ‘selamat datang Ramadhan’.

Selain itu, saat tiba berbuka, masyarakat Mesir juga biasa menandainya dengan ledakan meriam! Meski bukan meriam betulan, suaranya saja. Yah, sama halnya seperti kebiasaan kita di Indonesia jika mendengar suara bedug di radio-radio atau televisi saat waktu buka. Setelah meledakkan meriam seraya mereka berteriak "Idroob…!!!" Yang berarti “ledakkan…!!!” dan dentum itu terdengar sampai ke seluruh pojok-pojok kota Kairo.

Sampai sekarang, Lampion ‘Vanus Masry’, petasan dan dentum meriam menjadi trend serba serbi pada bulan Ramadhan di Mesir. Kalau tidak percaya, datang saja ke Mesir! ;)

Pertama Nampil di Persatuan Pelajar Thailand di Egypt

September 17th, 2007 by missane

Pertama Nampil di Persatuan Pelajar Thailand di Egypt

   

   

         

 

Tanggal 10 September kemren smoga mjd hr penutupan kegiatanku di summer th ni. Berbarengan ama
datengnya Ramadhan, di Kairo suasananya mendadak menjadi hawa2 sore di
Indonesia. Sangat sejuk. Subhanallah!

Beberapa hari yang lalu,
ada undangan dari Persatuan Pelajar Thailand. Intinya, Nasyid Iqra’
diminta untuk ikut menyemarakkan tarhib Ramadhan pada acara tahunan
mereka. Akuw yang pernah sempet ngiringin Group Nasyeed ini diajakin
lagi untuk kedua kalinya -pertamanya di lomba Nasyid 17an-

Acara
dimulai tepat setelah maghrib. Seperti laiknya acara2 senada, acara
dimulai dengan seremonial. Pembukaan, Pembacaan kalam ilahi dan
Sambutan2. Kesemuanya aku gak paham, karena mereka memakai bahasa Thai.
Sedang kami -dua grup nasyid pelajar Indonesia- asyik mengobrol sendiri
sambil -tentu saja- menggumam; "Ngomong apaan sih,,,,gak paham!"

Tiba2
saja ada panitia menghampiri kami, ternyata giliran kami naik ke atas
panggung! Serempak kami kaget bukan kepalang. Grogi juga, mereka ramai
sekali dan entah apa-apa lah itu yang diteriakkan. Pokoknyah kami
mencoba tenang dan mulai memainkan intro,,,lagu pertama,, lagu kedua…
dan jepretan kamera mulai blitzing all around….

Lagu
pertama Sholawat.. alhamdulillah bermula dengan lancar. Saat lagu
berlangsung, vokalis memulai mengajak penonton untuk ikutan
bersholawat,,,dan mereka juga sangat komunikatif, antusias.

Lagu
kedua, Remember Alloh dari Tazakka. Entah nerves ato apalah,,,kok sampe
suara vokalis gak kedenger yak,,,perhatianku kebagi ma tam-tam, gitar,
ma vokal… walhasil semua penampilan gak sesuai sama latian. Yak
biasalah itu:D Tapi alhamdulillah semua berjalan lancar.

Turun dari panggung, udah ad yang nyamperin minta photo bareng -wedew,,,saia jadi Ge eR-

*norak gak sih posting beginian, hehehe…

Home Industri dan Koperasi; Mutualisme Dua Kegiatan Ekonomi Sebagai Langkah Awal Untuk Mengentaskan Kemiskinan

August 19th, 2007 by missane

Suzan Dwi Selawati

Prolog

Bismilah. Tidak ada yang memungkiri bahwasanya Indonesia adalah Negara kaya dengan sumber daya alamnya. Negara kepulauan dengan kekayaan alam yang berlimpah. Lebih dari itu, kemajemukan suku dengan adat istiadat dan berbagai khas yang beraneka ragam memberi inspirasi kita dalam mengembangkan kreatifitas.

Terlepas dari keoptimisan Lee Kuan Yew, mantan perdana menteri Singapura bahwa dalam kurun waktu yang tidak lama, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik dan diramalkan akan menyamai Vietnam yang melaju di atas 9%.[1] Namun, hingga saat ini tidak sedikit kita temukan orang miskin yang terdaftar dalam data kependudukan pemerintah. Dan masih banyak lagi orang yang tersebar di penjuru ibukota sebagai korban urbanisasi, teriming-imingi janji kehidupan lebih layak yang belum tentu pasti.

Tidak hanya Indonesia, hampir seluruh Negara di dunia memiliki permasalahan yang sama dalam bidang kependudukan dan ekonomi. Sebut saja permasalahan pengangguran. Indonesia tidak lebih buruk keadaannya dengan Negara-negara miskin dan sedang berkembang lainnya. Meski banyak juga perusahaan Indonesia yang berupaya memberhentikan hak kerja karyawannya untuk mengimbangi siklus produksi.

Di luar itu semua, masih ada hal menjanjikan yang dapat kita harapkan dari salah satu kegiatan ekonomi yang berlabel ‘Home Industri’ untuk menanggulangi beberapa permasalahan kependudukan dan ekonomi Negara. Kegiatan ini akan lebih berkembang jika pemerintah juga mendukung dan membantu dalam bentuk modal awal yang dibutuhkan Home Industri serta memberi fasilitas, sarana dan prasarana dalam pengembangannya. Koperasi Pemerintah misalnya. Campur tangan Koperasi sangat memberi manfaat dalam pengembangan perekonomian di Indonesia.

Dialog

Pengertian Home Industri

Secara harfiah, Home berarti rumah, tempat tinggal, ataupun kampung halaman. Sedang Industri, dalam Kamus Ilmiah Populer yang diterbitkan oleh ARKOLA – Surabaya dapat diartikan sebagai kerajinan, usaha produk barang dan ataupun perusahaan. Singkatnya, Home Industri adalah rumah usaha produk barang atau juga perusahaan kecil.

Dikatakan sebagai perusahaan kecil karena jenis kegiatan ekonomi ini dipusatkan di rumah. Pengertian usaha kecil secara jelas tercantum dalam UU No. 9 Tahun 1995, yang menyebutkan bahwa usaha kecil adalah usaha dengan kekayaan bersih paling banyak Rp200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dengan hasil penjualan tahunan paling banyak Rp1.000.000.000. Kriteria lainnya dalam UU No 9 Tahun 1995 adalah: milik WNI, berdiri sendiri, berafiliasi langsung atau tidak langsung dengan usaha menengah atau besar dan berbentuk badan usaha perorangan, baik berbadan hukum maupun tidak.

Jika terdaftar dalam Dinas Perdagangan Kabupaten/kota permohonan izin ke pemerintah untuk menjalankan usaha, Home Industri termasuk dalam kategori peraturan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Putih, [2] yaitu perusahaan kecil yang dengan kekayaan kurang dari 200 juta.

Home Industri juga dapat berarti industri rumah tangga, karena termasuk dalam kategori usaha kecil yang dikelola keluarga.

Pelaku Home Industri

Pada umumnya, pelaku kegiatan ekonomi yang berbasis di rumah ini adalah keluarga itu sendiri ataupun salah satu dari anggota keluarga yang berdomisili di tempat tinggalnya itu dengan mengajak beberapa orang di sekitarnya sebagai karyawannya. Meskipun dalam skala yang tidak terlalu besar, namun kegiatan ekonomi ini secara tidak langsung membuka lapangan pekerjaan untuk sanak saudara ataupun tetangga di kampung halamannya. Dengan begitu, usaha perusahaan kecil ini otomatis dapat membantu program pemerintah dalam upaya mengurangi angka pengangguran. Lagi, jumlah penduduk miskinpun akan berangsur menurun.

Pusat Kegiatan Home Industri

Sebagaimana nama kegiatan ekonomi ini, Home Industri pada umumnya memusatkan kegiatan di sebuah rumah keluarga tertentu dan biasanya para karyawan berdomisili di tempat yang tak jauh dari rumah produksi tersebut. Karena secara geografis dan psikologis hubungan mereka sangat dekat (pemilik usaha dan karyawan), memungkinkan untuk menjalin komunikasi sangat mudah. Dari kemudahan dalam berkomunikasi ini diharapkan dapat memicu etos kerja yang tinggi. Karena masing-masing merasa bahwa kegiatan ekonomi ini adalah milik keluarga, kerabat dan juga warga sekitar. Merupakan tanggung jawab bersama dalam upaya meningkatkan perusahaan mereka.

Home Industri sebagai Alternatif Penghasilan bagi Keluarga

Bertambahnya jumlah keluarga tentu saja akan menambah jumlah kebutuhan dalam memenuhi keperluan anggota keluarga itu sendiri semakin meningkat. Kebutuhan keluarga ini akan terasa ringan terpenuhi jika ada usaha yang mendatangkan income atau penghasilan keluarga untuk menutupi kebutuhan tersebut.  Home Industri yang pada umumnya berawal dari usaha keluarga yang turun menurun dan pada akhirnya meluas ini secara otomatis dapat bermanfaat menjadi mata pencaharian penduduk kampung di sekitarnya. Kegiatan ekonomi ini biasanya tidak begitu menyita waktu, sehingga memungkinkan pelaku usaha membagi waktunya untuk keluarga dan pekerjaan tetap yang diembannya.

Usaha Mikro yang Berpeluang untuk Mengurangi Angka Kemiskinan

Usaha mikro juga sering diidentikkan dengan industri rumah tangga karena sebagian besar kegiatan dilakukan di rumah, menggunakan teknologi sederhana atau tradisional, mempekerjakan anggota keluarga juga warga sekitar berorientasi pada pasar lokal. Kegiatan usaha seperti ini banyak ditemukan di negara-negara berkembang dan berperan cukup besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan pengentasan kemiskinan. Meski awalnya berorientasi pada usaha lokal, tidak jarang usaha jenis ini yang pada akhirnya mengepakkan sayapnya hingga ke luar kota atau bahkan ke manca negara.

Koperasi

Koperasi adalah kerjasama; organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang merupakan suatu susunan ekonomi sebagai usaha bersama yang berazaz kekeluargaan.[3]

Fungsi Koperasi[4]

Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi dan peran koperasi sebagai berikut:

-Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya

-Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat -Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya

-Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi

Peran Koperasi untuk Home Industri

Seperti halnya ide Microcredit yang diusung Muhammad Yunus, Koperasi juga memiliki makna yang tidak jauh dari Grameencredit yang diprakarsainya. Istilah Microcredit belum muncul hingga sekitar tahun 70-an. Namun sekarang Microcredit menjadi kata yang tidak asing lagi bagi para praktisi pemerintah. Tidak ada lagi yang akan kaget jika seseorang menggunakan kata “microcredit”[5] yang dimaksudkan sebagai pinjaman pertanian atau pinjaman desa, juga pinjaman koperasi dari peminjam pada suatu lembaga peminjaman modal (Bank ataupun Koperasi).

Di Indonesia, usaha mikro mulai mendapat perhatian besar ketika mereka mampu bertahan bahkan berperan sebagai “katup pengaman”[6] ketika terjadi krisis ekonomi. Perhatian dari berbagai pihak ini diantaranya terlihat dari meningkatnya jumlah kredit yang disalurkan kepada usaha mikro dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2002 jumlah kredit yang disalurkan dunia perbankan kepada Usaha Kecil Menengah (UKM) mencapai Rp30 triliun, dan untuk tahun 2003 sebesar Rp40 triliun. Departemen Keuangan melalui BI juga merencanakan akan menyalurkan kredit kepada usaha mikro dan kecil (KUMK) sebesar Rp3,1 triliun, tetapi pelaksanaannya masih terhambat karena beberapa alasan, antara lain: masalah teknis, prosedur penyaluran dana. [7]

Epilog

Sebagai penulis, saya akan mencoba menuangkan ide dan solusi secara sederhana sesuai dengan data-data yang terkumpul. Dengan melihat beberapa kenyataan yang ada di daerah asal saya, bahwa usaha yang dikembangkan Home Industri dengan kerjasama pemerintah Kabupaten  sangat berpeluang positif untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Koperasi juga berperan aktif sebagaimana fungsinya yang mempunyai tujuan untuk menyejahterakan anggota.

Dua kegiatan ekonomi ini (Home Industri dan Koperasi) mempunyai hubungan timbal balik yang sama-sama menguntungkan dan berpengaruh penting pada taraf ekonomi nasional. Sebagai industri rumah tangga, Home Industri tidak hanya sekedar mampu memberi tambahan penghasilan keluarga. Akan tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang-orang di sekitarnya. Lebih jauh lagi, usaha mikro ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Sehingga terciptalah pertumbuhan ekonomi yang kondusif di negara kita yang tercinta ini, Indonesia. Wallahu a’lamu bisshowab.

Untuk Indonesiaku,

Sekali Merdeka Tetap Merdeka!

Dirgahayu RI yang ke-62.


[1] http://www.mediaindonesia.com, 25 Juli 2007

[2] Meneropong Perdaganan Internasional; Prosedur dan Implementasi oleh  Harda Wahana, Atase Perdagangan Indonesia KBRI Kairo. Makalah Pelatihan Perdagangan yang diadakan Forum Studi Syari’ah wal Qanun, 30 Juli 2007 di Griya Jawa Tengah, Kairo.

[3] Kamus Ilmiah Polpuler, Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry , Penerbit Arkeola, Surabaya.

[4] http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi#Fungsi_dan_Peran_Koperasi

[5] http://www.grameen-info.org

[6] http://www.smeru.or.id/newslet/2004/ed10/200410data.htm

[7] Berbelitnya Pengucuran Kredit Usaha Kecil, Media Indonesia Edisi Cetak 26 Mei 2003